Faktor Risiko Terjadinya Hipertensi

Berikut ini dapat meningkatkan peluang untuk terkena tekanan darah tinggi:

  1. Usia yang lebih tua

Risiko tekanan darah tinggi meningkat sebagaimana bertambahnya usia.

Tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada pria 45 tahun lebih, sementara perempuan lebih mungkin untuk terkena kondisi tekanan darah tinggi setelah usia 65 tahun ke atas.

  1. Ras

Tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada orang dewasa Afrika-Amerika daripada di Kaukasia atau orang dewasa Hispanik-Amerika.

Afrika-Amerika cenderung untuk terkena hipertensi sebelumnya dalam hidup dan sering mengalami kasus yang lebih parah yang menyebabkan komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.

  1. Riwayat keluarga

Memiliki riwayat keluarga tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko, kondisi ini dapat diturunkan selama memiliki hubungan darah atau ikatan genetik.

  1. Kelebihan berat badan

Semakin banyak berat badan seseorang, maka akan lebih banyak darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh.

Volume darah yang beredar melalui pembuluh darah meningkat, begitu juga tekanan pada dinding arteri .

Obesitas, terutama obesitas abdominal, juga meningkatkan kekakuan pada arteri, yang meningkatkan tekanan darah.

  1. Gaya hidup

Kurang olahraga sering dikaitkan dengan faktor-faktor yang dapat meningkatkan denyut jantung, seperti obesitas dan diabetes tipe 2.

Dan semakin tinggi detak jantung, semakin sulit jantung harus bekerja sehingga dapat menimbulkan komplikasi lainnya.

  1. Penggunaan tembakau /  rokok

Ketika Anda merokok atau mengunyah tembakau, tekanan darah dapat meningkat sementara.

Selain itu, bahan kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan dinding arteri  yang dapat menyebabkan arteri menyempit kemudian meningkatkan tekanan darah.

Yang terpapar asap rokok (perokok pasif) juga dapat meningkatkan tekanan darah.

  1. Pola Makan

Apa yang Anda pilih untuk dimakan (dan tidak dimakan) dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Terlalu banyak garam (natrium) dapat menyebabkan tubuh mempertahankan cairan, yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Kalium membantu menyeimbangkan jumlah natrium dalam sel tubuh, tidak mendapatkan cukup kalium dapat menyebabkan terlalu banyak natrium dalam darah.

Dalam suatu penelitian, vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi oleh ginjal yang mempengaruhi tekanan darah, sehingga kekurangan vitamin D bisa berbahaya.

  1. Konsumsi alkohol

Minum lebih dari dua gelas kecil sehari untuk pria dan lebih dari satu gelas kecil sehari untuk wanita dapat mempengaruhi tekanan darah.

  1. Stres

Berada di bawah stres yang intens dapat menyebabkan peningkatan sementara tekanan darah.

Selain itu, jika Anda mencoba untuk mengatasi stres dengan makan berlebihan, merokok, atau minum alkohol, semua ini dapat berkontribusi terhadap timbulnya tekanan darah tinggi .

  1. Kondisi kronis

Memiliki penyakit ginjal, sleep apnea, atau diabetes dapat mempengaruhi tekanan darah.

  1. Kehamilan

Kehamilan juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormon yang terjadi selama kehamilan. Hipertensi yang terjadi pada saat hamil disebut juga preeklampsia.

  1. Pil KB

Wanita yang mengkonsumsi pil KB memiliki risiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi.